Berinvestasi, Cocok nya disini guys !

Perumahan di Bogor semakin diserbu dari tahun ke tahun. Tepatnya sejak tahun 2015 silam. Kelancaran akses transportasi membuat konsumen sangat lahap saat ada tawaran penjualan rumah pada kisaran 300 juta – 600 juta. Sebab, harga itu masih jauh lebih rendah dibanding capital gain yang mereka dapat. Mungkin langsung muncul pertanyaan di benak Anda mengenai, kenapa capital gain-nya bisa mencapai 100%?

1. Harga Rumah di Bogor Relatif Stabil

Alasan ini cukup mendasari sebab mengapa capital gain atas pembelian rumah di Bogor sampai 100%. Secara sederhana, coba kalkulasikan sendiri. Kemudian bandingkan berapa kali pembangunan terjadi di Bogor dalam setahun? Banyak sekali, bukan? Namun rumah rata-rata yang terjual per tahun kenaikan harganya sangat lambat.

Inilah yang menguntungkan untuk para konsumen. Soalnya, fakta yang ada di daerah lain, harga properti seperti rumah akan melonjak jika pembangunan dilakukan secara masif. Akibatnya, capital gain yang didapat hanya sekian persen saja. Tidak terlalu tampak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

2. Pembangunan Tol Baru

Sebagaimana daerah yang berkembang, pembangunan infrastruktur akan terus digenjot. Sampai kapan? Sampai daerah itu menjadi kota yang produktif dan banyak menghadirkan investor domestik maupun asing. Ini bukan hal baru lagi. Sebab, sebagian pendapatan pemerintah terbesar itu dari pajak dan suntikan dana investor.

Oleh karena itu, pada era pembangunan Presiden Jokowi banyak sekali upaya membangun. Tidak hanya di kota-kota. Tetapi juga di daerah pedesaan hingga daerah terpencil. Hal ini diharapkan adanya kerja sama antara pemerintah dengan rakyat untuk meningkatkan mutu pembangunan dalam negeri di mata dunia.

Sementara pembuatan tol baru yang dilayangkan ke Bogor menjadi sinyal tersendiri. Siapa yang bisa menangkap sinyal bagus itu, pasti akan benah-benah dan membeli perumahan di Bogor sebagai ladang investasi. Umumnya, kawasan yang telah dilewati jalan tol harga tanah yang dijual akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

3. Peminat Kredit Rumah Tapak Mendominasi

Dibandingkan kredit hunian vertikal atau apartemen, peminat kredit rumah tapak jauh lebih banyak. Prosentasenya pun tidak tanggung-tanggung yakni 80% berbanding 20% untuk keunggulan peminat kredit hunian tapak atau rumah. Bukti ini kian mengukuhkan pendapat bahwa Bogor adalah kota tempat investasi rumah paling tinggi di antara kota-kota lainnya.

4. Wisata Baru Banyak Bermunculan

Tebangunnya banyak wisata baru juga turut andil terhadap peningkatan nilai tanah di Bogor. Setidaknya, tercatat lebih dari 30 wisata baru dibangun dalam setahun atau kurun pendek beberapa tahun. Setiap daerah di Indonesia juga merasakan hal yang sama. Pengaruh wisata baru juga berdampak pada minimalisasi angka pengangguran.

Banyak jenis usaha kecil-menengah jika sebuah kota penuh dengan pilihan wisata yang variatif. Mulai dari jasa foto, jasa masuk toilet, agen perjalanan, pemandu wisata, sampai yang kelas kakap seperti penginapan di hotel. Untuk kalangan ibu-ibu juga bisa dimulai dengan bisnis kuliner dengan tema makanan khas, atau mungkin souvenir.

Keseluruhan objek wisata baru yang dibangun berlokasi di daerah yang sejuk. Ini wajar saja, sebab Bogor didominasi oleh daerah pegunungan dan perbukitan. Untuk membuktikannya, coba buka peta lalu liat ketinggian tanah di atas permukaan laut. Dari sana akan tampak jelas bahwa sepanjang kota besar di Jawa Barat masuk area cokelat.

Termasuk Bogor, tentunya. Area cokelat itu punya ketinggan lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Maka tak heran, banyak yang berlomba berburuh rumah di Bogor. Baik untuk hunian sementara (sewa/kontrakan) atau tetap. Satu hal yang pasti, bahwa semua orang pasti suka dengan tempat-tempat yang menyegarkan pikiran.

5. Banyaknya Mahasiswa dari Luar Daerah Berdatangan

Ada alasan tersendiri kenapa Bogor jadi tempat tujuan mencari ilmu mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ini dikarenakan adanya salah perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Apakah Anda kenal nama perguruan tinggi itu? Yap, namanya IPB alias Institut Pertanian Bogor. Di sanalah para mahasiswa akan mendapat kualitas ilmu jempolan.

Khususnya di bidang pertanian. Setiap tahun, lulusan dari IPB selalu mencetak penemuan baru terkait bidang pertanian. Bahkan, banyak negara dari luar negeri yang tertarik kuliah di IPB. Akibatnya, bisnis sewa properti rumah dan kontrakan kian menjamur. Inilah salah satu pendongkrak capital gain sampai menginjak angka 100%.

Harga perumahan di Bogoryang miring bukan hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas, tetapi juga oleh kalangan bawah. Soalnya selalu ada pihak ketiga jika pengembang terus memproduksi hunian. Lewat pihak ketiga inilah rakyat kecil sekalipun bisa mendapat rumah petak yang bagus dan layak huni. Apa lagi kalau bukan lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *