5 Pertimbangan sebelum Memulai Usaha Rumah Kontrakan dengan Kredit Rumah

Barangkali saat ini Anda tengah tercetus ide mau kredit rumah? Lebih-lebih lagi untuk dijadikan investasi jangka panjang seperti menjadikannya kontrakan? Tetapi ragu karena belum tahu risiko dan juga potensi ke depannya? Pertanyaan-pertanyaan ini memang bisa memberondong siapa saja. Sebagai benar-benar Anda memulai usaha, pertimbangkan 5 hal ini agar Anda semakin yakin.

1. Peminat Kontrakan Masih Tinggi

Tidak semua orang menempati sebuah kota karena memang ingin benar-benar menetap. Bisa jadi mereka hanya sementara. Sebab, sewaktu-waktu pekerjaan bisa pindah lokasi. Sementara rumah aslinya ada di kampung. Mau tidak mau mereka pun mengambil kontrakan sebagai naungan selama hidup di kota tersebut.

Tidak sedikit yang berpikiran seperti ini. Alasan tersebut juga bukan satu-satunya. Bisa jadi mereka mengontrak karena ingin menempuh jalur pendidikan di luar daerah. Misalnya para mahasiswa. Hampir tidak mungkin mahasiswa yang nir-penghasilan mau repot-repot membeli rumah. Maka tak ada jalan lain selain mengontrak.

Mengingat jumlah pendatang dan pertumbuhan jumlah mahasiswa atau siswa, maka inilah kesempatan Anda. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa peminat kontrakan atau kos-kosan masih cukup tinggi. Jauh lebih baik kalau rumah yang akan Anda kontrakkan dekat dengan jalur transportasi, rumah sakit, maupun pelayanan publik lain.

2. Peningkatan Sewa Rumah Seiring Nilai Tanah

Bagi sebuah daerah yang berpotensi mendatangkan pelaku usaha dari daerah lain, maka hampir pasti nilai tanahnya meningkat. Peningkatan ini seiring dengan aktifnya daerah tersebut sebagai pusat usaha. Bagi pemilik rumah, ketika disewakan untuk keperluan usaha mereka bisa jadi menguntungkan untuk Anda.

Sebab, harga sewa bisa disesuaikan dengan nilai tanah yang ada. Daerah yang akses transportasi dan pelayanan publiknya lancar, cenderung harga sewa rumahnya tinggi. Berbeda dengan daerah yang sepi. Atau hanya diapit oleh persawahan. Daerah ini cenderung harga sewa rumahnya murah karena kurang potansial.

Maka, pandai-pandailah Anda memilih lokasi yang strategis. Untuk pemantauan lokasi saat ini sangat mudah. Sebab, sudah ada internet yang menyediakan informasi lengkap. Kalau Anda ambil kredit rumah, hasil sewa rumah itu bisa menjadi tabungan pasif Anda setiap bulan atau tahun. Tentunya bila Anda sudah punya rumah pribadi, ya.

3. Perawatan Rumah Dibebankan pada Penyewa

Mau tidak mau, bila seseorang menyewa atau mengambil kontrakan rumah, maka ia wajib berbenah. Terutama saat ia mengandalkan rumah tersebut untuk keperluan usaha. Sebisa mungkin rumah kontrakan harus tampil rapi agar bisa bikin nyaman para pelanggan yang datang.

Ketika mau memperintah rumah kontrakan milik Anda, bisa dilakukan bersama-sama. Misalnya pihak penyewa ingin di depan rumah ada taman. Atau aneka permainan anak-anak. Kalau Anda tidak keberatan bisa patungan. Sebab, saat penyewa meninggalkan kontrakan umumnya akan meninggalkan pula apa-apa yang ada di kontrakan.

Semua akan kembali pada Anda. Kalau benar-benar semua perubahan yang ada di rumah dibebankan pada penyewa, lebih baik disepakati sejak awal. Agar tidak terjadi perselisihan. Banyak yang karena diam-diaman, akhirnya terjadi bentrok mulut dan berakhir di pengadilan. Padahal mungkin berawal dari sesuatu yang remeh.

4. Biaya Sewa Bisa untuk Tambahan Mencicil Utang

Meski biaya sewa tidak begitu besar jika diakumulasikan per tahun, tetapi cukup ampuh meringankan beban pembelian rumah Anda secara kredit. Jadi, tidak terlalu berat. Semua pihak akan merasa untung. Si Penyewa untung karena lokasinya sangat strategis dan mendatangkan profit banyak. Sementara Anda untung dari segi efektivitas rumah.

Bandingkan saja saat Anda harus dibebani biaya angsuran bulanan sendiri. Padahal banyak dalam sebulan itu kebutuhan kian menumpuk. Belum lagi kemungkinan bisnis yang tengah dijalani tengah pailit. Cari mengontrakkan rumah terbukti jitu agar Anda tidak terlalu pusing memikirkan banyaknya biaya angsuran bulanan lagi.

5. Capital Gain Berlimpah

Ada kalanya Anda menyudahi penyewaan rumah karena suatu atau beberapa hal. Misalnya Anda mau pindah lokasi. Ketika Anda menginvestasikan rumah untuk keperluan kontrakan, saat itu juga berarti Anda memiliki aset pasif dari penyewa. Belum lagi fakta bahwa per tahun nilai tanah di kota meningkat.

Pada waktu rumah telah dilunasi, Anda akan merasakan manfaatnya. Lalu bum! Ledakan harga rumah yang terjual pun terjadi. Hasil dari ledakan itu bisa digunakan untuk bekal pindahan Anda ke tempat yang lebih potensial. Bahkan rumah yang dikontrakkan juga bisa jadi aset agunan lho saat Anda mengambil kredit di bidang lain.

Setelah menimbang-nimbang 5 hal tersebut, apakah Anda semakin yakin? Banyak pengusaha tidak segan-segan membeli banyak rumah gara-gara kepincut dengan potensi kontrakan rumah yang profitable. Untuk menelusuri jejak-jejak mereka, silakan saja berkunjung ke kota-kota besar, seperti Jogja, Jakarta, atau mungkin Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *